SENGKETA ANTARA PT. BUMI PALMA LESTARI PERSADA

DENGAN MASYARAKAT DESA SEBERANG SANGLAR

MASIH BELUM MENEMUKAN TITIK TEMU

 

     IMG_20180226_095309Guna mencari penyelesaian sengketa antara PT. Bumi Palma Lestari Persada dengan masyarakat Desa Seberang Sanglar yang kebun kelapanya rusak akibat serangan hama kumbang Oryctes, dilakukan rapat yang difasilitasi dan dimediasi oleh Tim Mediasi, pada hari Senin (26/2) lalu, bertempat di kantor Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir. Rapat yang dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan ini, dihadiri oleh Kapolres Indragiri Hilir yang diwakili oleh Kasat INTELKAM dan Kasat BINMAS, Kepala Dinas Perkebunan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Camat Reteh, Pihak Manajamen PT. Bumi Palma Lestari Persada, perwakilan masyarakat Desa Seberang Sanglar Kecamatan Reteh. Rapat dihadiri juga oleh anggota Tim Mediasi dan Tim Proteksi dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Perkebunan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir.

              Dalam perkembangannya, pihak PT. Bumi Palma Lestari Persada dan perwakilan masyarakat Desa Seberang Sanglar Kecamatan Reteh, menyatakan menerima hasil kajian Tim Independen yang berlatar belakang Peneliti BPTP Riau dan Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Riau. Namun, pihak masyarakat tidak menerima tawaran yang diajukan oleh pihak PT. Bumi Palma Lestari Persada yakni melakukan kubur batang tanaman yang rusak dan melaksanakan program Corporate Social Responsibility berupa penanaman tanaman yang menghasilkan dalam periode harian dan bulanan sembari menunggu tanaman kelapa yang diremajakan mulai panen. Pihak perwakilan masyarakat masih berkeras dengan tuntutan ganti rugi berupa uang senilai Rp. 350.000 / batang kelapa yang rusak.

      Dikarenakan belum diperoleh titik temu, dilakukan mediasi kepada masing-masing pihak. Setelah dimediasi, pihak masyarakat bisa menerima program CSR yang ditawarkan dan menurunkan nilai tuntutan ganti rugi dari Rp. 350.000 menjadi sebesar Rp. 150.000 dengan estimasi luas kebun kelapa terdampak seluas ± 400 Hektar / ± 40.000 batang tanaman kelapa. Selanjutnya, pihak masyarakat juga meminta dilakukan penanggulan kebun kelapa milik masyarakat yang terdampak. Terkait dengan permintaan masyarakat mengenai pembangunan tanggul di kebun masyarakat, disampaikan bahwa pihak PT. Bumi Palma Lestari Persada bersedia melakukan penanggulan kebun masyarakat. Sementara mengenai permintaan ganti rugi sebesar Rp. 150.000 / batang pihak pihak manajemen PT. Bumi Palma Lestari Persada yang hadir, masih belum bisa memutuskan dengan alasan bahwa kebijakan perusahaan untuk menyelesaikan sengketa hanya dalam bentuk Corporate Social Responsibility saja. Namun, permintaan masyarakat ini, akan disampaikan kepada manajemen perusahaan yang ada di pusat. Para pihak sepakat untuk bertemu dan mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan terkait dengan tuntutan ganti rugi yang diajukan pihak perwakilan masyarakat ini, namun waktu pelaksanaan masih belum bisa dipastikan. (Red., Above18)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 20 =