Pemetaan Komoditi Produk Jenis Usaha Unggulan

di Wilayah Pesisir Kabupaten Indragiri Hilir dilakukan melalui suatu Kajian

 

IMG-20180723-WA0002Pada hari Senin (16/7) lalu, diselenggarakan acara focus group discussion tentang Kajian Pemetaan Komoditi Produk Jenis Usaha Unggulan di wilayah Pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Acara bertempat di ruang pertemuan kantor Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir, Jl. Akasia – Tembilahan.  Focus group discussion ini dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir, Andrismar, dihadiri oleh unsur Organisasi Perangkat Daerah dan Camat dari 10 Kecamatan yang wilayahnya berada di pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam kesempatan ini, hadir Tim pengkaji dari program pasca sarjana Universitas Riau, yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Zulkarnain, MM.

Dalam penjelasannya Tim Pengkaji memaparkan beberapa hal terkait kajian yang akan dilakukan, diantaranya tentang tujuan kajian, ruang lngkup dan fokus kajian yang diarahkan kepada komoditi yang bisa diperdagangkan (tradeable). Menurut Prof. Zulkarnain, hasil kajian ini nantinya merupakan panduan (guidelines) RPJMD Kabupaten Indragiri Hilir. Oleh karenanya, diminta kepada pihak Kecamatan untuk dapat memfasilitasi dan memberikan informasi dan data yang akurat tentang potensi komoditi produk jenis usaha unggulan di wilayahnya. Sebelumnya, disampaikan oleh Andrismar, pada saat pembukaan bahwa Kajian Pemetaan Komoditi Produk Jenis Usaha Unggulan di wilayah Pesisir ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya dilakukan di 10 Kecamatan yang berada di wilayah daratan.

Setelah pemaparan dan penjelasan oleh Tim Pengkaji, diberikan kesempatan kepada undangan untuk bertanya atau memberikan tanggapan. Perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah memberikan masukan yang berkaitan dengan tindak lanjut hasil kajian, metode kajian, potensi komoditi berdasarkan aspek binaan termasuk juga pertanyaan. Aswin Bovita dari Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, menyampaikan tentang perlunya hasil kajian memasukkan saran tindak lanjut untuk pengembangan usaha diversifikasi dan derivasi produk berbahan baku kelapa, yang didukung dengan regulasi dan kebijakan yang bisa menciptakan pasar secara lebih luas. Hal ini dianggap penting, mengingat Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir telah berazam untuk mengembangkan usaha diversifikasi produk dalam upaya perbaikan harga dan nilai tambah dan nilai guna dari kelapa.

Dalam sesi diskusi ini juga, disampaikan potensi komoditi yang dimiliki oleh Kecamatan, mulai dari perikanan tangkap dan budidaya beserta hasil olahannya, perkebunan kelapa, hasil budidaya tanaman pangan berupa beras, termasuk peternakan yang sangat terbuka pasarnya. Terkait informasi awal ini, Prof. Zulkarnain sangat mengapresiasi dan mengharapkan kepada para Camat untuk dapat mempersiapkan data dan dokumentasi yang diperlukan pada saat Tim Pengkaji turun ke lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen + two =