PENGENDALIAN HAMA KUMBANG KELAPA MENGGUNAKAN FEROMON

Dewasa ini, tuntutan terhadap kelestarian lingkungan dan keberlangsungan eklosistem menjadi penting, oleh karenanya dibutuhkan teknologi pengendalian hama kumbang kelapa yang ramah lingkungan. Dalam mengendalikan hama di perkebunan kelapa, biasanya digunakan solusi yang mudah dan cepat yaitu penggunaan insektisida. Penggunaan insektisida yang tidak tepat dapat berdampak pada terjadinya resistensi hama, ledakan hama maupun terjadinya akumulasi residu insektisida pada buah kelapa yang dihasilkan.

Solusi yang tepat dalam pengendalian hama di perkebunan kelapa, salah satunya adalah penggunaan feromon yang digunakan untuk menangkap populasi hama secara massal sehingga hama tidak merugikan lagi secara komersil. Penggunaan feromon tersebut sesuai dengan konsep terkini maupun prinsip pengendalian hama terpadu, karena feromon memiliki sifat-sifat sebagai berikut :image002

  • Bahan yang digunakan sedikit
  • Tidak beracun dan mudah terdegradasi sehingga bersifat ramah lingkungan
  • Bersifat spesifik, menarik serangga hama tertentu saja.

Feromon ini berguna sebagai alat kendali populasi hama dan sebagai perangkap massal. Produk hasil penelitian ini dicetak dalam kemasan 1 ml persachet yang dapat bertahan selama 2-3 bulan dilapangan. Rekomendasi untuk perangkap massal adalah meletakkan satu perangkap (ferotrap) untuk 2 hektar. Pada populasi kumbang yang tinggi, aplikasi feromon diterapkan satu perangkap untuk satu hektar.

Keefektifan penggunaan feromon dapat menjadi lebih tinggi apabila tindakan pengendalian yang lain juga dilakukan seperti :

  • Penanaman tanaman kacangan penutup tanah pada waktu replanting.
  • Penghancuran tempat peletakan telur secara manual dan dilanjutkan dengan pengutipan larva maupun kumbang untuk dibunuh, apabila jmlahnya masih terbatas.

Cara Pemasangan FEROMONAS

  1. Tiangimage003 penyangga ferotrop merupakan batangan bambu atau jenis kayu lain dengan ujung atas tiang dirancang sehingga dapat digunakan untuk menggantung ferotrap. Tiang tersebut kemudian ditancapkan pada ketinggian 2,5 m diatas permukaan tanah.

 

 

 

 

2. image006Gantungkan ferotrap pada tiang penyangga yang telah disiapkan. Satu ferotrap digunakan areal tanam 2 hektar. Satu kantong feromon sintetik dapat digunakan selama 2-3 bulan. Pengamatan dilakukan setiap satu atau dua minggu sekali dengan mengumpulkan kumbang yang tertangkap dan kemudian dapat dimusnahkan.image012

image008

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 3 =