Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan

Visi dan Misi

Telaahan Visi, Misi dan Program Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir

Penyusunan rencana strategis SKPD sangat dipengaruhi dan merupakan penjabaran yang lebih detail dari perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Indragiri Hilir sehingga semua langkah-langkah yang disusun dalam Renstra Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2009 – 2013.

 Visi

Visi Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir :

Terwujudnya Agribisnis Perkebunan yang Produktif, Efisien, Berdaya Saing dan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Misi

Misi Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebagai berikut :

  1. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya perkebunan secara produktif, efektif dan efisien untuk menjamin ketersediaan produk perkebunan dan kelestarian lingkungan hidup.
  2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia perkebunan dalam rangka menghasilkan produk perkebunan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
  3. Meningkatkan akses pelaku agribisnis perkebunan terhadap informasi pasar, teknologi dan permodalan.

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan

 Sesuai dengan visi dan misi pembangunan perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir 2009 – 2013, ditempuh upaya dalam mewujudkan visi dan misi tersebut, sebagaimana dituangkan ke dalam poin tujuan, sasaran dan strategi serta kebijakan pembangunan berikut :

Tujuan

Tujuan pembangunan perkebunan yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani komoditas perkebunan.
  2. Meningkatkan produksi hasil perkebunan.
  3. Menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan dan kelestarian sumber daya alam dalam pembangunan perkebunan.
  4. Menumbuhkan agribisnis sektor perkebunan yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi wilayah.

Sasaran

Sasaran Pembangunan Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebagai berikut :

  1. Terlaksananya perencanaan pembangunan perkebunan.
  2. Terlaksananya pendataan potensi perkebunan.
  3. Terselamatkannya kebun kelapa rakyat dari pengaruh intrusi air laut.
  4. Terwujudnya pelayanan publik yang prima dari aparatur Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir.
  5. Terlaksananya pendidikan serta pelatihan formal untuk peningkatan kapasitas dan kapabilitas aparatur Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir.
  6. Terpeliharanya kendaraan dinas untuk operasional dan barang-barang inventaris gedung dan kantor.
  7. Terlaksananya pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan pembangunan perkebunan yang berbasis kinerja.
  8. Meningkatnya sumber daya petani dalam pembangunan perkebunan yang profesional berorientasi agribisnis.
  9. Meningkatnya ketersediaan pangan yang bersumber dari hasil dan produk perkebunan lanjutan.
  10. Terlaksananya adopsi dan inovasi tekonologi tepat perkebunan yang tepat guna dan spesifik lokasi.
  11. Termanfaatkannya lahan sesuai dengan fungsi lahan, aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Strategi

Strategi Pembangunan Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebagai berikut

  1. Meningkatkan pengembangan sumber daya manusia perkebunan baik aparatur maupun pelaku usaha.
  2. Meningkatkan produksi perkebunan melalui perluasan areal dan produktifitas tanaman perkebunan.
  3. Mendukung pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang meningkatkan nilai tambah usaha perkebunan.
  4. Mempertahankan dan memelihara kesuburan tanah, sumber air dan kelestarian fungsi ekosistem lingkungan hidup dalam mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.
  5. Mengupayakan distribusi penyerapan pembangunan yang merata ke seluruh kecamatan yang di Kabupaten Indragiri Hilir dengan memperhatikan potensi wilayah masing-masing kecamatan.
  6. Meningkatkan penggunaan teknologi perkebunan dalam mewujudkan usaha tani yang efektif dan efisien.
  7. Meningkatkan kemampuan aparatur dan petani dalam menangani permasalahan hama dan penyakit tanaman perkebunan.
  8. Mendorong pengembangan diversifikasi tanaman perkebunan.
  9. Memperkuat sistem penyediaan sarana produksi pupuk dan perbenihan maupun pestisida.
  10. Mendorong peningkatan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mewujudkan pembangunan perkebunan yang berorientasi kemandirian masyarakat.

Kebijakan

  1. Kebijakan di Bidang Sarana dan Prasarana
    • Melakukan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur lahan dan air yang terencana untuk menunjang budidaya perkebunan dengan tingkat produktifitas optimal dan berkelanjutan.
    • Melakukan pengembangan luas areal perkebunan melalui pengembangan komoditas aneka tanaman perkebunan maupun melalui pengembangan tanaman sela perkebunan.
    • Melakukan peremajaan dan rehabilitasi kebun rakyat yang sudah tidak produktif.
  2. Kebijakan di Bidang Pengembangan Produksi Perkebunan
    • Melakukan pengembangan benih unggul untuk keperluan perkebunan ;
    • Melakukan pembinaan dan mengatur penyediaan bahan dan peralatan dalam rangka perlindungan tanaman perkebunan ;
    • Mengatur penyediaan sarana dan prasarana dalam rangka Peningkatan Produksi Perkebunan.
  3. Kebijakan di Bidang Pengembangan Sumber Daya Perkebunan
    • Meningkatkan kemampuan dan kemandirian petani untuk mengoptimasi usaha perkebunan secara berkelanjutan.
    • Melaksanakan penataan izin usaha perkebunan maupun kewajiban-kewajiban lain yang terkait dengan usaha perkebunan dan penilaian usaha perkebunan.
    • Melakukan percepatan penerapan teknologi perkebunan kepada petani.
  4. Kebijakan di Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan
    • Mengembangkan usaha pasca panen, pengolahan dan meningkatkan mutu dan kualitas produk hasil perkebunan yang memiliki standar baku dan daya saing serta diterima pasar sekaligus dapat bermanfaat sebagai sumber energi alternatif yang potensial dan terbarukan ;
    • Memperkuat dan memberdayakan kelembagaan perkebunan serta meningkatkan kemitraan antara pekebun dengan seluruh stake holder guna pengembangan sektor perkebunan dan peningkatan kesejahteraan petani perkebunan ;
    • Mengembangkan akses pasar, informasi pasar dan pemasaran hasil perkebunan serta meningkatkan promosi hasil dan produk olahan perkebunan.